Laman

Minggu, 26 Februari 2012

"Hening" (1 jam menulis serentak milad FLP)

Ada banyak sekali orang di sekitar kita yang menyukai suasana hening. Alasannya bermacam-macam, ada yang bilang biar lebih mudah belajar, lebih mudah menghafal, lebih lancar menulis, lebih menghayati belajar puisi, dan lain-lain. Yang pasti intinya ialah agar ia lebih mampu berkonsentrasi dengan lebih baik.

Penulis pemula seperti saya pun demikian. Untuk mampu menyelesaikan sebuah tulisan, saya harus berada di tempat yang hening. Semua imajinasi yang biasanya sudah tergambar sebelumnya, biasanya akan melarikan diri ketika mendengar suara-suara keras apalagi bising. Pernah saya mencoba menulis saat teman-teman saya sedang mengobrol lepas dan hasilnya sudah bisa ditebak, nol besar!

Suasana hening membuat saya lebih mampu mengeksplorasi ide-ide tulisan. Dapat membayangkan atau mengingat-ingat latar, raut wajah tokoh jika tulisan itu sebuah cerpen. Bahkan, mampu merasakan diri terbang tinggi menuju rasi bintang paling manis. Wow! Iklan kali ya? Hehehehe...!

Menulis cerita-cerita bahagia saja, bagiku harus berhening-hening. Apalagi jika menulis kisah galau yang saat ini memang sedang mengetren di jejaring sosial. Jadi mau tidak mau, saya memang harus mencintai "hening" itu, meski tak harus setiap saat menyatu dengan dirinya. Mmm..! Lebay mode on!

Sisi kurang bagusnya ialah ketika ide tulisan sedang membuncah-buncahnya di kepala dan suasana hening itu belum juga menyapa. Ingin menangis rasanya. Tapi, suatu saat saya pasti bisa menulis meski dalam suasana bising berisik. Tulisan tentang "hening" ini mungkin adalah awalnya. Kutulis saat jaga di warnet yang di waktu bersamaan, suara gaduh teman-teman teramat keras. Semoga berkesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN LUPA COMMENT YA....!